Religi, Artikel

Berharap Kelapangan Rizki Hanya Kepada Alloh

[webfathan] Bila berharap rizki kepada majikan, bos, atau tempat kerja, maka sesungguhnya mereka juga membutuhkan hal yang sama. Sekiranya mereka memenuhi keinginan kita, sesungguhnya yang diberikan sangat terbatas. Bila mereka memberi, tentunya mereka berhitung: berapa yang sudah kita berikan kepada mereka sehingga kita berhak atas imbalan yang setara.

Tapi, bila kita berharap kepada Allah -ta’ala, maka sesungguhnya Allah Al Ghaniyyu. Allah tak membutuhkan apapun dari hamba. Allah tak ‘perhitungan’ dalam memberi, bahkan berlipat ganda dari apa yang dilakukan hamba.

Karena itu harapan kelapangan rizki hanya kepada Allah -ta’ala, bukan kepada makhluk yang serba terbatas. Diantara pintu berharap kepada Allah -ta’ala- adalah al ihsan ila al aakharin (berbuat baik kepada orang lain). Secara operasional dijelaskan oleh Allah dalam hadits qudsi: “Abdii, anfiq Unfiq ‘alaika”, hambaKu, berinfaklah niscaya Aku memberimu rizki. (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengingatkan Aisyah -radliyallahu ‘anha- dan kita semua: “Aisyah, berinfaklah. Janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau menyedekahkan), maka Allah akan menghilangkan barakah rizkimu” (HR. Ahmad dan Nasa’i)

sumber: http://t.me/ahmadjalaluddin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *