Inspirasi, Artikel

Beyond The Inspiration Iman dan Destinasi Kehidupan

[webfathan] Mereka yang abai terhadap kehidupan beralasan; “Hidup kita masing-masing, kalau kamu bahagia dengan iman-mu, silakan saja. Tapi nggak perlu ngajak saya, karena saya sudah bahagia dengan kehidupan saya”, begitu

Ada benarnya juga. After all, hidup memang pilihan, dan kita nggak akan pernah bisa memaksa agar orang meyakini Islam. Walau tentu ketika kita mencintai Islam pastilah kita akan mendakwahkan Islam

Tapi soal pilihan, setiap orang punya hak, kita nggak bisa memaksa, kita hanya bisa memberikan saran, adapun keputusan akhir, tetap pada diri masing-masing. Itulah kenapa kita dihisab sendiri-sendiri

Hanya saja, bagi mereka yang masih mau membuka pikirannya. Kita harus paham bahwa kita takkan abadi. Bila kita punya awal, maka kita pasti juga akan berakhir

Pertanyaannya, apakah mati itu sebuah akhir? Atau awal yang lain?

Hidup di dunia itu seperti ada di sebuah terminal airport. Ada banyak destinasi, ada banyak manusia, dengan berbagai keperluan dan bermacam jenisnya, dan tentu ada berbagai promo destinasi

Masing-masing membuat keputusan, dengan berbagai macam alasan. Ada pula yang bingung lalu memutuskan tetap di airport saja. Tapi apapun yang mereka pilih, akan ada masa dimana semua berakhir

Sebagaimana tiap perlombaan selalu ada penilaiannya, hidup pun sama. Pertanyaannya, apakah kita melakukan hal yang benar selama di dunia? Ataukah kita termasuk yang lalai? [felixaiauw]

Link video:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *