Religi, Artikel

Mana yang Perlu Didahulukan, Ilmu Terlebih Dulu atau Amal Perbuatan

[webfathan] Selain niat yang ikhlas, Allah swt akan menerima amal sholeh kita kalo caranya benar sesuai tuntunan Nabi saw. Mesti satu paket. Gak boleh setengah-setengah. Meski niatnya ikhlas, kalo puasa Ramadhan sahurnya dhuha terus bukanya isya, gak akan diterima. Mall praktek itu namanya. 

Gitu juga kalo niatnya ikhlas pengen membangun rumah tangga yang sakinah ma wahdah wa rohmah, tapi jalannya dengan pacaran, ya tak sesuai tuntunan.

Makanya sebelum beramal, penting bagi kita untuk tahu ilmunya terlebih dahulu. Biar nggak salah kaprah. Pengennya berkah, malah dapat musibah.

Khalifah Umar bin Abdul Aziz mengingatkan, “Barang siapa yang beramal tanpa disertai ilmu maka amalnya lebih banyak merusak daripada memperbaiki.”

Imam Hasan al-Basri menjelaskan bahwa orang yang beramal tanpa ilmu seperti orang yang melakukan perjalanan pada rute yang salah. Alamat gak sampai tujuan. Cuman dapat capeknya doang. Berabe kan.

Makanya kita mesti berhati-hati sebelum berucap dan berbuat. Jangan asal bunyi. Jangan sok tahu. Tahan diri dulu sebelum dapat ilmunya. Bukan apa-apa, karena nanti Allah swt bakal minta pertanggungjawaban setiap amal perbuatan kita selama di dunia.

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. AL-isra :36)

Mulai dari sekarang, mari kita biasakan dulu cari tahu ilmunya sebelum berbuat. Boleh apa nggak menurut Islam. Biar di dunia gak salah jalan, di akhirat juga aman. Jangan sungkan untuk ikut pengajian. Jangan bete baca buku keislaman. Kalo belum paham, cari ustadz yang ilmunya mumpuni untuk bertanya dan dapat jawaban. Prinsipnya, Ilmu Dahulu, Amal Sholeh Kemudian. Kuy!

[@Hafidz341], #temansurga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *