Religi, Artikel

Sesal Di Awal: Renungan Ramadhan Di Masa Wabah

[webfathan] Di malam-malam yang sama di tahun yang lalu. Ada banyak jiwa-jiwa yang menyesal. Mengapa mereka tidak memanfaatkan Ramadhan dengan baik. Mengapa mereka tak menjalani hal-hal yang harusnya dijalani

Atas lembar-lembar Al-Qur’an yang masih banyak tersisa. Atas rakaat-rakaat yang masih banyak tertunda. Atas istighfar yang tak pernah terucap

Atas doa-doa yang lambat untuk dipanjat. Atas pinta-pinta yang lupa untuk dihatur. Atas harta-harta yang belum menemukan penunaiannya

Kita menyesal, kita berkata pada diri kita sendiri. Apa yang sudah kita perbuat sampai dengan hari ini, ketika ramadhan tinggal sisa-sisanya saja

Tapi dalam hati kecil kita, kita senantiasa meyakini, percaya, Ramadhan akan datang sekali lagi; “Tahun depan aku akan melakukan yang terbaik” Begitu

Tapi di tahun ini

Allah berikan situasi yang sama sekali berbeda, Allah berikan kenyataan yang harus kita tanggung dengan pahit, ini tahun dimana sesal datang lebih awal

Ini tahun dimana kita kita berpikir, bahwa Ramadhan tidak akan pernah sama tahun ini, sebagaimana ia tidak sama tahun kemarin, dan ia tidak akan sama di tahun kedepan

Maka apa yang kita ingin kita persembahkan pada Ramadhan tahun ini? Di hari-hari yang tersisa, di malam-malam yang terakhir?

Semoga Allah menguatkan kita, semoga Allah memampukan kita. Mempersembahkan yang terbaik di tahun ini, karena tahun depan, belum tentu ada. [by felixsiauw]

2 Replies to Sesal Di Awal: Renungan Ramadhan Di Masa Wabah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *